Kota Sungai Penuh dan kabupaten Kerinci, Jambi

Berdasarkan hasil wawancara dengan budayawan Kota Sungai Penuh Bapak Iskandar Zakaria mengenai budaya secara keseluruhan di Kota Sungai Penuh,  maka dapat digambarkan sebagai berikut :

Pengertian kata Kerinci sendiri mempunyai beberapa versi diantaranya adalah Kerinci yang berasal dari kata “ci” yang berarti sungai dan “ki” yang berarti hulu yang merupakan bahasa thamil India Selatan, yang kedua Kerinci yang berarti daerah yang terkunci, karena memang letaknya tertutup oleh perbukitan, dan yang terakhir Kerinci yang berarti kering dan cair, untuk peradabannya sendiri orang Kerinci dipercaya sudah ada sejak dulu kala yang diperkuat oleh pernyataan yang dikeluarkan dalam seminar Jambi tahun 1992 yang berbunyi “Peradaban Kerinci lebih tua daripada Indonesia, darah orang Kerinci sama dengan darah orang Bugis dengan golongan darah K,L,M,N yang merupakan darah orang kuno (Tengku Yakub)”.

Selain itu orang Kerinci kuno sudah mempunyai aksara sendiri yaitu dikenal dengan tulisan “inchong” dan mata uang sebagai alat tukar perdagangan yang disebut “rejang lebong” dan “cincin anyi” yang berarti bahwa orang Kerinci jaman dahulu sudah mempunyai keahlian untuk berfikir, menulis, membaca, berdagang dan berhitung sebelum islam masuk pada tahun 1415 masehi ke Kerinci, para penduduk menganut aliran Atheis, Animisme dan Dinamisme.

Masyarakat Kerinci mempunyai kebudayaan yang cukup beragam, mulai dari seni tari masyarakat Kerinci mempunyai beberapa tarian tradisional diantaranya Tari Ranggo, Tari Tawuh, Tari Asik, dan Tari bigea Rebeah, untuk seni suara Kerinci mempunyai Tale yang berarti tali (berarti bertali – tali saling menyambung) yang dilakukan di persawahan dengan iringan alat music bamboo yang disebut Gembeh serta tarian Iyo – Iyo (berasal dari kata iya yang sama dengan membenarkan), seni lain yang dimiliki Kerinci adalah Seni Lukis dengan Batik Khas Kerinci dan Kota Sungai Penuh dengan ciri khas motifnya adalah manusia dan hewan (babi).

Dan yang terakhir adalah Upacara Adat yang biasa dilaksanakan orang – orang Kerinci yaitu Upacara Kendu Risko yang bertujuan untuk penobatan orang adat setiap sudah panen padi biasanya satu tahun sekali, tapi karena masalah ekonomi maka upacara ini sekarang diadakan lima tahun sekali, tutur Pak Iskandar Zakaria selaku Budayawan dan Seniman senior di Kota Sungai Penuh Kerinci.

Adapun temuan di lapangan mengenai budaya yang tim peneliti dapatkan, dijelaskan sebagai berikut :

a)        Tarian Tradisional

Tabel berikut ini merupakan kesimpulan hasil penelitian dengan teknik wawancara sebagai alat pengumpul data, mengenai tarian – tarian tradisional yang ada di Kota Sungai Penuh, Kerinci :

TABEL 5

TARIAN TRADISIONAL

DI KOTA SUNGAI PENUH, KERINCI

NO.

NAMA TARIAN

DESKRIPSI

1

Tari Rangguk

Tari ini merupakan tari spesifikasi Kota Sungai Penuh yang populer. Tarian ini dibawakan oleh beberapa orang gadis remaja sambil memukul rebana, yang diiringi dengan nyanyian sambil mengangguk-ngangguk kepala seakan memberi hormat.Tari Rangguk dilakukan pada acara tertentu, seperti pada saat menerima kedatangan Depati,  tamu, dan para pembesar dari luar daerah.

2

Tari Ntak Kudo

Tarian ini berasal dari Hamparan Besar Tanah Rawang yang pada zaman dahulu hanya ditampilkan pada acara-acara kebesaran tertentu saja dan berbau mistis. Gerak langkahnya didasari dengan gerak langkah sifat yang diiringi oleh musik perkusi (gendang), botol, serta benda lainnya yang dipukul yang menghasilkan bunyi yang bertalu-talu dengan alunan musik yang berirama gembira, bertujuan untuk menghidupkan gerakan tari yang sedang dilakukan sehingga lebih asyik.Daya tarik ini mampu memikat penonton untuk ikut serta menari dan berdendang. Tari ini digelar hampir di setiap perayaan yang ada di Kota Sungai Penuh.Ntak Kudo mulai berkembang diperkirakan pada tahun 1970, sebelumnya tari Ntak Kudo ditarikan oleh anak-anak yang belajar sifat tradisional di hamparan rawang bagian tengah dengan nama Tari Sbuk Tanguo (sapu tangan) dengan gerakan khusus pencak silat.

3

Tari Iyo – Iyo

Tarian ini merupakan tarian massal yang dilaksanakan pada saat Kenduri Sko (Pusaka) pengangkatan/ pemberian gelar adat (Rio, Depati, Mangku, Datuk, dst) kepada anak laki-laki yang dipilih oleh anak Batino dari suatu suku. Disamping itu, tarian ini juga dipertunjukkan pada saat setelah panen raya padi di sawah atau penyambutan tamu agung negeri yang berkunjung ke Kota Sungai Penuh.Tari Iyo-Iyo dibawakan oleh anak batino (perempuan) dengan gerakan yang sangat gemulai diiringi dengan tale (lagu) dan bunyi gong. Pembukaan Tari Iyo-Iyo diawali dengan atraksi pencak silat yang disaksikan oleh sesepuh/ tetua adat, serta para undangan lainnya. Tarian ini dilaksanakan anak negeri sebagai ucapan kegembiraan atas pengangkatan pemimpin adat mereka.

4

Tari Asyek

Tari Asyek merupakan sebuah tarian yang mengandung unsur mistis. Tarian ini menunjukkan rasa syukur atas Rahmat Pencipta atas hasil panen di sawah. Selain itu tarian ini bertujuan untuk minta obat supaya mendapat keturunan. Setiap kali akan diadakan tarian ini mesti dipersiapkan sesajian yang berupa ayam, beras putih, beras merah, beras kuning, dan beras hitam. Setiap keluarga harus menyediakan 5 buah lemang untuk melengkapi sesajian tersebut. Dimana sesajian ini diletakkan disebuah tempat yang telah disediakan. Selanjutnya, sesajian tersebut akan dibagikan ke semua masyarakat yang hadir pada saat itu setelah acara asyekselesai.Sebelum tari asyekini dilaksanakan seorang pawang harus meminta izin terlebih dahulu dan menyeru (memanggil) arwah nenek moyang dan barulah tarian dimulai dengan cara mengelilingi tempat lokasi penarian sambil memanggil nama-nama roh nenek moyang. Salah satu penari akan ada yang mengalami kerasukan/ tidak sadarkan diri karena kemasukan arwah, sehingga penari tersebut dapat kebal terhadap api, kaca, dan sebagainya. Sampai nanti penari akan diobati oleh pawang begitulah seterusnya.Tarian ini dilaksanakan dari siang sampai dini hari dan tidak bisa dipastikan waktu berakhirnya acara ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Data OIahan Wawancara, 2010

 

b)        Upacara Adat dan Event Tahunan

Berdasarkan hasil wawancara dengan budayawan Kota Sungai Penuh, didapatkan informasi mengenai upacara adat. Salah satunya, yakni Upacara Kendu Risko. Upacara Adat yang biasa dilaksanakan orang – orang Kerinci ini, bertujuan untuk penobatan orang adat setiap sudah panen padi. Biasanya upacara adat ini dilakukan satu tahun sekali, tapi karena masalah ekonomi maka upacara ini sekarang diadakan lima tahun sekali. Selain itu, upacara ini memiliki tujuan, dimana para petani mengekspresikan bentuk rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan segala kenikmatan, dan hasil kekayaan alam yang telah mereka kelola.

Sedangakan event tahunan yang dimiliki Kabupaten Kerinci, yakni “Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK)”. Pada penelitiannya, tim peneliti memiliki kesempatan untuk menghadiri festival ini. Sehingga, pada saat di lapangan, tim peneliti melihat langsung kondisi actual pelaksanaan festival ini. Dan beberapa hal mengenai festival ini, dapat digambarkan sebagai berikut :

Berdasarkan  hasil wawancara tim peneliti mengenai Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, maka dapat disimpulkan bahwa : Pelaksanaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci tahun 2010 ini merupakan festival yang ke-10. Festival ini berawal dari usulan Bapak Arfensa Salam, SE., yang pada saat itu di tahun 2000 beliau masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kerinci. Saat itu, Bapak Arfensa Salam menginginkan agar keberadaan Danau Kerinci yang indah ini tetap terus terjaga dan terpelihara. Dan sebagai bentuk rasa syukur terhadap keberadaan Danau Kerinci, maka festival ini dapat dijadikan sebagai salah satu media untuk mengekspresikan rasa syukur masyarakat Kerinci.

Selain itu, Festival Masyarakat Danau Kerinci merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci beserta Kota Sungai Penuh, untuk bersama – sama meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci, sehingga pada hasil akhirnya, wisatawan bukan hanya tertarik dengan festival ini saja, namun juga akan berminat untuk mengunjungi objek dan daya tarik wisata yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Serta diharapkan pendapatan daerah akan meningkat, sehingga memberikan dampak baik terhadap kesejahteraan masyarakat Kerinci.

Alasan lain untuk diadakannya festival ini yaitu, agar kebudayaan Kerinci tetap terjaga, tetap eksis, sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luar yang hadir pada festival danau ini. Mengingat Kerinci telah didatangi oleh masyarakat dari luar Kerinci, baik domestik maupun mancanegara, yang sudah pasti memiliki pengaruh – pengaruh dan perubahan kebudayaan.

Harapan besar dari penggagas kegiatan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ini, yaitu terciptanya kelestarian kebudayaan asli Kerinci maupun Sungau Penuh, persatuan dan peningkatan solidaritas antar masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Sungai Penuh dan Kerinci, serta yang terpenting adalah tetap terus terjaga dan terpelihara keberadaan Danau Kerinci.

Secara umum, dapat digambarkan mengenai teknis pelaksanaan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, yaitu sebagai berikut :

  1. Festival ini diadakan satu tahun sekali. Namun, tanggal dan bulan tepatnya tidak dipastikan, hal ini dikarenakan pihak pelaksana (dalam hal ini Pemerintah Daerah Kerinci dan Kota Sungai Penuh) belum dapat menghasilkan keputusan untuk waktu pelaksanaan festival danau setiap tahunnya. Di sisi lain, dukungan dalam hal apapun, dari pemerintah masih kurang.
  2. Festival ini diadakan di pinggir Danau Kerinci.
  3. Rangkaian kegiatan festival ini terdiri dari beberapa kompetisi kebudayaan asli Kerinci dan Sungai Penuh. Peserta kompetisi dibagi berdasarkan daerah tempat tinggal. Ada juga pertunjukkan – pertunjukkan kesenian asli daerah yang dipentaskan oleh siswa/i mulai dari tingkat Sekolah Dasar s/d Sekolah Menengah Atas yang ada di Kerinci.
  4. Pengunjung Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ini, pada umumnya adalah masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Selanjutnya, ada juga beberapa wisatawan mancanegara maupun domestik yang sedang berkunjung ke Kerinci, yang kemudian mengunjungi festival ini. Ada juga beberapa teman – teman pers dari media massa cetak ataupun elektronik yang meliput kegiatan ini. Festival ini pun tak jarang beberapa kali dikunjungi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, yakni Bapak Jero Wacik, beserta staff ahli dan karyawannya.
  5. Selain menampilkan kesenian – kesenian daerah, festival ini juga menyediakan sarana – sarana informasi mengenai Kerinci dan Kota Sungai Penuh secara keseluruhan. Dimana, terdapat beberapa stand / booth yang menyediakan informasi – informasi bahkan memperdagangkan semua hasil karya khas Kota Sungai Penuh dan Kerinci, misalnya makanan minuman khas (dodol kentang, sirup kayu manis), kerajinan tangan yang terbuat dari rotan, batik khas Sungai Penuh, Kerinci, maupun Jambi, dll.
  6. Berikutnya, ada juga pertunjukkan flying fox dari anggota KODIM Kota Sungai Penuh. Dan flying fox tersebut dapat dijadikan fasilitas bagi masyarakat yang ingin mencoba merasakan sensasi adrenalin permainan flying fox ini. Sehingga fasilitas ini dapat menjadi suatu atraksi wisata yang menarik perhatian pengunjungnya.

Dalam kesempatan wawancara singkat bersama Komandan KODIM Kota Sungai Penuh, Bapak Letkol.Inf. Eko Prayitno, beliau memberikan pendapat bahwa pelaksanaan festival ini sudah baik, namun banyak beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga kegiatan ini mendekati kesempurnaan dan terus dapat dirasakan manfaat dan hasil akhirnya. Misalnya, dapat diusulkan untuk memberikan undangan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, dimana Menteri Luar Negeri memiliki peran penting dalam promosi khususnya pariwisata Indonesia ke mancanegara.

Sehingga, hasil akhir yang didapatkan dari kegiatan ini dapat tercapai, yaitu peningkatan wisatawan asing, dan pengenalan Indonesia khususnya Kerinci di mancanegara. Namun demikian, terlepas dari hal – hal itu, kegiatan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ini sudah cukup baik dan harus dipertahankan keberadaannya. Supaya kebudayaan Kerinci asli tetap terjaga, dan Danau Kerinci terpelihara terus menerus dengan baik. Karena, bagaimanapun juga, Danau Kerinci ini merupakan aset berharga yang dimiliki bangsa Indonesia.

 

c)        Kerajinan Tangan

Berdasarkan hasil wawancara mengenai kerajinan tangan setempat, didapatkan hasil bahwa salah satu jenis souvenir yang dihasilkan oleh Kota Sungai Penuh, Kerinci adalah kerajinan rotan, dimana pusat tempat pembuatan kerajinan rotan ini berlokasi di Desa Sungai Tutung, Desa Air Hangat Kerinci.

Lokasi pembuatannya tidak memiliki pabrik sendiri melainkan proses pembuatannya dilakukan di rumah – rumah penduduk sekitar, namun tidak semua penduduk di desa ini melakukan kegiatan produksi kerajinan rotan, semuanya hanya sekitar 7 keluarga saja. Kerajinan ini merupakan hand made dari penduduk sekitar.

Ciri khas dari kerajinan rotan yang dihasilkan oleh penduduk di desa Sungai Tutung ini adalah bahan baku rotan yang digunakan yaitu memiliki sabut yang lembut dan putih sehinmgga lebih mudah dalam memberikan bentuk pada rotan yang akan digunakan. Proses pembuatan kerajinan rotan ini tidak terlalu sulit bagi para pengrajin. Proses pembuatannya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit saja untuk menghasilkan 1 buah keranjang rotan. Setelah selesai dibuat kemudian keranjang – keranjang rotan itu akan dikirim ke para penampung untuk dilanjutkan proses selanjutnya yaitu dipernis.

Pernis merupakan salah satu proses penghalusan dan pemberian warna berupa cat pada rotan. Setelah proses tersebut maka kerajinan rotan ini siap untuk dipasarkan dan dijual, biasanya pemasaran dari kerajinan ini adalah dikirim ke daerah Padang dan sekitarnya.

Mengingat kerajinan tangan yang terbuat dari rotan ini merupakan unggulan Kerinci, maka sangat wajar bahwa pada saat ini mayoritas mereka khususnya pengrajin merasa kecewa. Karena, sejak hutan yang ada di Kerinci secara keseluruhan dilindungi dan dijaga ketat oleh Polisi Kehutanan Republik Indonesia dari Balai TNKS berkenaan dengan perlindungan hutan, maka para pengrajin tidak lagi dapat dengan mudah mengambil rotan yang mana, rotan tersebut merupakan bahan baku dasar pembuatan kerajinan – kerajinan tangan.

 

d)       Makanan Minuman Khas dan Tradisional

Berdasarkan hasil wawancara mengenai makanan minuman khas dan tradisional Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, didapatkan hasil, yaitu : Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, merupakan wilayah yang berdampingan dimana keberadaan keduanya tidak dapat dipisahkan. Hingga, masih banyak beberapa persamaan diantara keduanya. Contohnya, beberapa makanan dan  minuman yang khas dan tradisional di Kota Sungai Penuh dan Kab. Kerinci.

Untuk jenis makanan, yang khas yakni dendeng batokok. Dendeng batokok merupakan daging sapi yang telah dibuat pipih sehingga daging sapi tidak terlalu keras dan mudah dimakan, kemudian memasaknya dengan cara dibakar bersama dengan bumbu yang telah disiapkan. Dendeng batokok ini begitu khas disajikan dengan sambalnya, yaitu sambal kecap yang terdiri dari beberapa irisan cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah. Wangi asap dari pembakaran daging ini begitu khas dan menggiurkan, sehingga menghilangkan bau daging yang terkadang membuat orang enggan mengkonsumsi daging sapi.

Tidak hanya dendeng batokok, tapi juga daerah ini ada dodol kentang. Dodol kentang berasal dari bahan dasar kentang, dan diciptakan berbagai rasa, mulai dari rasa pandan, gula aren, hingga rasa durian. Dan yang paling khas di Kota Sungai Penuh dan Kerinci, yaitu minuman yang memiliki banyak khasiat, Sirup Kayu Manis. Sirup ini, berbahan dasar asli kayu manis, yang kemudian diolah menjadi sirup. Penyajian sirup kayu manis ini, biasanya disajikan bersama dengan teh hangat, yang kemudian disatukan dan diaduk. Setelah meminum sirup kayu manis ini, tenggorokan dan perut terasa begitu hangat.

Bukan hanya rasa yang menggiurkan, namun khasiat dari sirup ini begitu banyak, diantaranya :

  1. Menghangatkan badan
  2. Mencegah pegal linu
  3. Mencegah reumatik
  4. Melancarkan aliran darah
  5. Mencegah masuk angin
  6. Dan mengembalikan kondisi tubuh

Daerah penghasil sirup kayu manis yang paling terkenal yaitu di daerah Siulak Deras Mudik, Gunung Kerinci.

e)        Rumah Tradisional

Berdasarkan hasil wawancara mengenai rumah tradisional Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, didapatkan hasil sebagai berikut :

Rumah  tradisional khas Kota Sungai Penuh, yakni Umu Lahoa. Adalah rumah panggung yang bentuknya memanjang. Rumah ini dibuat panggung, karena dahulu daerah Sumatra masih banyak binatang buas dan liar, sehingga, untuk keamanan penghuni rumah, dibuatlah rumah ini berbentuk panggung.

Kemudian, sejalan dengan waktu, setelah mulai berkurangnya binatang – binatang buas dan liar, di bawah rumah ini dimanfaatkan sebagai kandang / tempat menyimpan hewan – hewan ternak, dan dapat juga digunakan untuk menyimpan beras.

Ciri  khas rumah ini terdapat pada pintu masuk. Rumah yang bentuknya panjang ini, hanya memiliki satu pintu masuk. Namun, di dalamnya menampung beberapa kepala keluarga. Sehingga, keadaan antar tetangga, dapat langsung berkomunikasi di atas / dalam rumah, tidak perlu turun. Ada juga yang khas dari rumah ini, pintu yang begitu pendek, atap yang tidak begitu jauh jaraknya dengan kepala kita apabila kita berdiri di dalamnya. Dan jendela rumah ini begitu unik, dengan ukuran yang kecil. Seluruh rumah ini berbahan dasar kayu yang kuat, sehingga umur dari rumah ini bisa berpuluh – puluh tahun.

Rumah ini terdapat ukiran – ukiran khas Sungai Penuh, dan warna khas yang menunjukkan cirinya yaitu merah, hitam, putih, dan biru. Serta warna kuning dan hijau, menandakan masuknya peradaban Islam.

  1. a.         Alam

Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci memiliki banyak potensi yang dapat digali dan kemudian di kembangkan. Misalnya yaitu :

a)    Flora dan Fauna

Berdasarkan hasil wawancara mengenai flora dan fauna yang ada di Kota Sungai Penuh, maka kami dapatkan hasil bahwa : Flora dan fauna di Kota Sungai Penuh sangat beragam. Namun ada beberapa yang khas dan terkenal. Misalnya, tanaman kayu manis, rotan, kayu  pacat, dan kayu stiggy.

Tanaman – tanaman ini merupakan tanaman unggulan, yang masih dapat dijumpai di Kota Sungai Penuh, khususnya di kawasan TNKS. Dan populasinya masih cukup banyak.

Sedangkan fauna yang populer dan masih memiliki habitat di daerah Kota Sungai Penuh, yakni harimau Sumatra dan Beruk. Kedua spesies ini masih bertahan hidup, dan juga banyak dijumpai jika kita berada di kawasan tertentu area TNKS.

 

b)   Objek Wisata Alam

Berikut ini adalah data hasil pengisian checklist atraksi wisata alam:

TABEL 6

DAFTAR PERIKSA ATRAKSI WISATA ALAM

DI KOTA SUNGAI PENUH DAN KABUPATEN KERINCI

NO.

NAMA OBJEK

JENIS DAN LUAS

JARAK TEMPUH (KM)

FASILITAS

PROV

KOTA

KEC.

YANG

ADA

VOL.

KONDISI

1

Bukit Khayangan (Kec. Sungai Penuh)

Wisata Alam

± 3,5 Ha

428

8

8

-    saung

3 unit

Baik

-    gedung istirahat

1 unit

Cukup

-    tempat parkir

1 unit

Baik

-    toilet

2 unit

Baik

2

Taman Bunga Puti Senang

(Kec. Sungai Penuh)

Wisata Alam dan Binaan

± 1,5 Ha

421

4

4

-   saung

2 unit

Cukup

-    tempat istirahat

1 unit

Kurang

-    tempat parkir

1 unit

Cukup

-    pondok pembibitan

1 unit

Kurang

-    toilet

1 unit

Kurang

-    tempat parkir

1 unit

Kurang

3

Bukit Tapan / Benteng Belanda

(Kec. Pesisir Bukit)

Wisata Alam

± 4 Ha

428

10

6

-    jalan setapak

-

-

NO

NAMA OBJEK

JENIS DAN LUAS

JARAK TEMPUH (KM)

FASILITAS

PROV

KOTA

KEC

YANG

ADA

VOL

KONDISI

4

Pabrik Teh PTPN VI

(Kec. Kayu Aro)

Wisata Alam dan Binaan

456

36

3

-    tempat istirahat

1 unit

Baik

-    warung

1 unit

Baik

-    tempat parkir

1 unit

Baik

5

Pemandian Air Panas

(Kec. Sungai Medang)

Wisata Alam dan Binaan

430

7

1

-    tempat parkir

1 unit

Baik

-    warung

1 unit

Baik

-    kamar mandi

4 unit

Kurang

6

Pemandian Air Panas

(Kec. Semurup)

Wisata Alam dan Binaan

425

5

3

-    tempat parkir

1 unit

Baik

-    warung

10unit

Baik

-    kamar mandi

8 unit

Kurang

7

Danau Kerinci

(Kec. Keliling Danau, Kec. Danau)

Wisata Alam

425

25

1

-    saung

5 unit

Baik

-    gedung istirahat

1 unit

Cukup

-  panggung

1 unit

Baik

-    toilet

6 unit

Kurang

-    warung

8 unit

Baik

-    perahu

2 unit

Cukup

8

Danau Kaco

(Kec.Lempur)

Wisata Alam

462

42

8

-    jalan setapak

-

Kurang

9

Air Terjun Telun Berasap

Wisata Alam

478

58

15

-    Saung

3 unit

Cukup

-    gedung istirahat

1 unit

Cukup

-    tempat parkir

1 unit

Cukup

NO

NAMA OBJEK

JENIS DAN LUAS

JARAK TEMPUH (KM)

FASILITAS

PROV

KOTA

KEC

YANG

ADA

VOL

KONDISI

10

Gunung Kerinci

Wisata Alam

460

40

6

-   shelter

2 unit

Cukup

-    gedung peristirahatan

1 unit

Kurang

-    tempat parkir

1 unit

Cukup

11

Danau Gunung Tujuh

Wisata Alam

464

44

7

-    shelter

2 unit

Kurang

-    tempat parkir

1 unit

Kurang

Sumber  : Data Olahan Checklist dan Data DISHUBBUDPARKOMINFO Kota Sungai Penuh dan DISPORABUDPAR Kab.Kerinci, 2010

 

Adapun deskripsi dari objek wisata alam, telah kami gambarkan pada tabel berikut ini :

TABEL 7

DESKRIPSI ATRAKSI WISATA ALAM

DI KOTA SUNGAI PENUH DAN KABUPATEN KERINCI

NO.

NAMA ODTW

DESKRIPSI

1

Bukit Khayangan

Salah satu objek unggulan di Kota Sungai Penuh ini berbatasan langsung dengan kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Sebelat).dengan kawasannya yang masih asri ini kita dapat menikmati hawa sejuk dan menikmati pemandangan yang sangat indah.kita dapat melihat sungai penuh dan danau kerinci dari kejauhan.disinipun terdapat saung – saung yang dapat digunakan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan.Objek yang terletak di sungai jernih ini,memiliki jarak tempuh ± 10 km dari pusat Kota Sungai Penuh,dapat ditempuh dalam waktu ± 30 menit .wilayah ini memiliki luas ± 4 hektar dan berada di ketinggian ± 1800 m.untuk menikmati kawasan wisata ini setiap pengunjung diwajibkan membayar biaya masuk sebesar Rp.3000.-.

2

Taman Bunga Puti Senang

Di taman bunga ini terdapat berbagai jenis bunga yang dikembangkan dari bunga alam dan sebagian besar berasal dari Kota Sungai Penuh dan sekitarnya (Kabupaten Kerinci). Keindahannya akan terlihat disaat bunga – bunga tersebut mulai mekar atau bersemi dan kesejukannya menambah daya tarik objek wisata ini.Di sepanjang jalan setapak menuju tempat peristirahatan di taman bunga ini dihiasi oleh berbagai macam bunga, wisatawan juga bisa melihat pemandangan dari keauhan seperti lading masyarakat dan bukit–bukit yang mengelilingi kawasan ini.Taman Bunga Puti Senang, terletak di desa talang lindung, Kec. Sungai Penuh. Dengan luas area ± 1, 5 hektar, dan berjarak beberapa km saja dari pusat kota untuk mencapai kawasan wisata ini dapat menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.

3

Perkebunan Teh Kayu Aro

Perkebunan Teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Perkebunan teh ini tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400 – 1.600 meter dpl yang merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di Kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl).Pengawasan kualitas yang tinggi, mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga pengemasan dan pengiriman, teh produksi PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) ini menyandang nama harum sebagai teh dengan kualitas terbaik di dunia. Dengan aroma yang khas serta kualitas prima, sebagian besar teh produksi PTPN VI ini diekspor.Hawa pegunungan yang sejuk, pemandangan alam yang menawan, hamparan hijau teh dengan latar Gunung Kerinci yang menjulang, kegiatan pemetikan teh hingga pengolahan teh merupakan suatu atraksi yang sangat menarik. Pada tahun 1998 perkebunan dan pengolahan teh Kayu Aro telah dikembangkan sebagai tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Ditengah perkebunan terdapat Aroma Pecco yang merupakan sebuah taman dengan sebuah kolam, diduga pada zaman penjajahan Belanda kolam ini merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh. Tersedia sampan yang dapat digunakan mengarungi kolam. Taman yang berjarak 50 m dari jalan utama ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Di tempat ini, biasanya para pengunjung beristirahat sambil menikmati makanan yang dibawa. Aroma Pecco terletak di Desa Bedeng Delapan, dan dapat dicapai dari Sungai Penuh setelah menempuh perjalanan sejauh ± 32 km.

4

Air Terjun Pancaro Rayo

Salah satu air terjun tertinggi di Kabupaten Kerinci – Propinsi Jambi, dengan tinggi kurang lebih 150 meter. Lokasi Air terjun ini yaitu Pulau Tengah. Air terjun ini terletak jauh di dalam hutan. Hutan yang sangat asri.

5

Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu keberadaan Danau Kerinci yang merupakan terbesar kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Pada ketinggian 1.996 m dpl, danau ini merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini sering ditutupi kabut dengan suhu rata-rata 17 0C. Luas Danau ± 960 ha dengan panjang berkisar 4,5 km dan lebar 3 km. Danau ini dikelilingi oleh tujuh gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).Danau Gunung Tujuh dikenal sebagai Danau Sakti oleh masyarakat Kerinci. Air danau selalu terlihat bersih bahkan daun-daun pun tidak ditemukan walaupun terdapat banyak pohon tumbang dipinggir danau. Menurut masyarakat sekitar Kejadian – kejadian aneh sering terjadi, seperti perubahan cuaca secara tiba-tiba. Pada saat pembukaan wilayah danau, salah seorang pekerja menceritakan bahwa perahu yang ditumpanginya berputar di tengah danau tanpa penyebab yang jelas.

Masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Gunung Tujuh dihuni oleh mahkluk halus yang berwujud manusia, bernama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti” dengan beberapa pengikutnya yang berwujud harimau.

Disebut Danau Gunung Tujuh, karena di kelilingi tujuh puncak gunung dengan punjak tertinggi 2800 meter, sedangkan tinggi gunung yang lain berkisar 2000 hingga 2500 meter. Air danau tersebut sangat dingin dan bening, di dalam hidup ikan kecil yang rasanya sangat enak.

Untuk mencapai danau ini bisa melalui Kota Padang, dengan mengunakan kendaraan roda empat memakan waktu 5 jam, sedangkan dari Kota Jambi memakan waktu 10 jam. Kendaraan hanya sampai di Desa Pelompek. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki menuju danau tersebut.

Sambil mendaki dengan kemiringan rata-rata 50 derajat bisa menikmati ratusan pohon yang masih terjaga dengan baik, ratusan burung berkicau hinggap dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Mata akan terbelalak melihat pohon-pohon yang  besar.

Setelah berjalan selama 4 jam, posisi berada di salah satu puncak gunung yang mengelilingi danau tersebut. untuk sampai di bibir danau, harus berjalan sekitar 30 menit dengan kondisi jalan menurun. Keletihan saat mendaki selama 4 jam mulai berkurang, apalagi saat-saat mencapai pinggir danau. Kita disambut hawa yang sangat dingin, dengan hamparan danau yang sangat menakjubkan.

Keindahan pemandangan di sekitar danau semakin membelalakkan mata, ketika matahari terbit, seakan-akan muncul dari balik gunung. Perlahan-lahan sinar matahari pagi menusuk air danau yang sangat dingin dan jernih. Suatu pemandangan alam yang membuat kita akan kembali ke sana lagi.Lokasi Danau Gunung Tujuh berada di dalam Kawasan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat, untuk memasuki daerah ini harus melaporkan ke pada petugas TNKS. Karena selain untuk mendata para pengunjung juga untuk mengetahui peraturan di dalam kawasan, agar jangan merusak atau mengambil flora atau fauna yang ada di dalamnya.

6

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci  (juga dieja “Kerintji”, dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau Sumatra dan badak Sumatra.Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3800m dpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50′ LS dan 1010°160′ BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Di kaki gunung ini juga anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di Desa Kersik Tuo.Di Desa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk didesa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda.

Gunung Kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasioanal Kerinci Seblat. Pada areal hutan gunung ini kita masih bisa menjumpai harimau Sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah shelter I atau didaerah ketinggiannya dibawah 1500m dpl.

Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau Sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah.

Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau situjuh yang berada diatas puncak bukit situjuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh.

Sementara di arah barat terlihat samudera Hindia. sangat indah. Gunung Kerinci bisa dicapai lewat kota Jambi atau kota Padang atau juga dari Muara Bungo. Muara Bungo terletak di jalan Lintas Sumatera antara Propinsi Jambi dan Sumatera Barat.

7

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

Kawasan Taman Nsional Kerinci Seblat (TNKS) mempunyai luas areal 1.484.650 Ha, terbentang di 4 wilayah propinsi yaitu : Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bengkulu dan Jambi. 40% dari kawasan TNKS berada di wilayah Propinsi Jambi, Kabupaten Kerinci, dan Kabupaten Sarko. Sedangakan pusat kawasan TNKS terletak di Kabupaten Kerinci.Daerah Tk. II Kerinci dengan Ibukotanya Sungai Penuh terletak pada bagian barat Propinsi Jambi dengan Jarak ± 491 km dari Kota Jambi dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Daerah ini merupakan dataran tinggi yang terletak pada ketinggian 600-3.500 meter DPL. pada kawasan ini terdapat gunung yang tertinggi di Pulau Sumatra yang bernama Gunung Kerinci serta danau Gunung Tujuh yang merupakan Danau Air tawar tertinggi di Asia tenggara. Jenis flora yang ada dikawasan tersebut ± 4.000 macam dan didominasi oleh famili Dipterocar, Leguminase, Lauracere dan Ericarare.Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiri dari 30 jenis mamalia, 139 jenis burung, 10 jenis reptil, 6 jenis amphibi dan 6 jenis primata. Sedangkan satwa langka yang terdapat dikawasan tersebut adalah Badak, Gajah, Tapir, Harimau Sumatra, Macan Akar, Siamang, Ungko dan Simpai.

Menurut penduduk, dalam kawasan TNKS terdapat mahluk hidip yang sampai sekarang masih menjadi misteri, apkah tergolong hewan atau manusia. Karena menurut penduduk setempat mahluk tersebut diberi nama Orang Pendek. Dan Sigung sebagai penguasa Hutan mempunyai ciri pemalu, berjalan dengan tumit menghadap kedepan tidak berekor dan berbadan kekar.

TNKS sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang dikelola dengan sistem zonasi dan dimanpaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Sedangkan fungsinya adalah sebagai perbandingan sistem penyangga kehidupan, pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya, serta pemanpaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Pada saat ini kantor TNKS di sungai penuh hanya dapat dicapai melalui jalan darat dari Padang, Jambi Bengkulu dan Palembang. Dari kota-kota tersebut Sungai Penuh dapat dicapai lewat jalan utama sebagai berikut :

  • Dari Padang terdapat dua jalan alternatif yaitu menyusuri pantai barat sampai ke daerah Bukit Tapan, kemudian menuju Ketimir melalui jalan umum didalam kawasan menuju Sungai Penuh, dari arah barat yang dapat ditempuh selama 7 – 8 jam. Alternatif kedua jalan Alahan Panjang – Muara Labuh Memintas kawasan pada daerah letter W diselatan Lubuk Gadang dan memasuki lembah Kerinci dari utara yang dapat ditempuh selama 6 – 7 jam.
  • Dari Jambi hanya ada satu jalan alternatif yaitu melalui Muara Bulian, Sarolangun Bangko dan menyusuri jalan di lereng-lereng bukit sampai Muara Empat dan memasuki 9 lembah Kerinci dari arah Timur. Jalur ini dapat ditempuh selama 8 – 9 jam.
  • Dari Bengkulu terdapat dua jalan alternatif yaitu melalui jalan Pantai Barat menuju Muko-Muko dan Bukit tapan, kemudian memasuki lembah Kerinci dari arah barat yang dapat ditempuh selama 9 – 10 jam. Jalan lainnya adalah kearah timur melalui Lubuk Linggau dan jaln lintas Sumatra Bangko, kemudian memasuki lembah Kerinci lewat Muara Imat. Jalan alternatif ini dapat ditempuh selama 11 – 12 jam.
  • Dari Palembang terdapat dua jalan alternatif. Alternatif pertama adalah melalui Lubuk Linggau kemudian Sarolangun Bangko yang dapat ditempuh selama 12 – 13 jam. Alternatif kedua adalah melalui jalan Palembang – Jambi kemudian lansung ke Muara Bulian melalui Tempino selanjutnya menuju Sarolangun Bangko yang dapat ditempuh selama 11 – 12 jam.

Dibeberapa lokasi, perbatasan kawasan dapat dicapai melalui jalan dengan kondisi beragam bahkan seringkali melintasi sungai yang hanya dapat dilalui dengan kendaraan bergardan ganda atau sepeda motor. Beberapa jalan tersebut adalah:

  • Curup – Muara Aman – Kelenong, dapat ditempuh selama 3 jam.
  • Di Lubuk Linggau melalui beberapa jalan kecil menuju kawasan dapat ditempuh selama 10 – 15 menit.
  • Sarolangun – Pulau Kidak dengan kendaraan selama 1 jam dan selanjutnya dengan perahu Ke Napal Licin yang dapat ditempuh selama 2 – 3 jam.
  • Jalan Bangko – Dusun Tuo – Muara Manderas – Sungai Lalang dapat ditempuh dengan kendaraan umum selama 3 jam.

8

Danau Belibis

Danau Belibis termasuk danau kaldera dengan luas sekitar 2 ha. Danau ini terletak di lereng Gunung Kerinci yang berhutan lebat. Kondisi alam pegunungan disekitar danau masih asli dan merupakan salah satu obyek wisata yang mempunyai daya tarik khusus untuk dikunjungi.Danau yang indah ini dengan dikellingi oleh tebing-tebing curam merupakan tempat minum berbagai jenis satwa dan tempat berkumpulnya belibis. Danau Belibis dapat dicapai melalui Desa Gunung Labu atau Desa Kebun Baru. Jarak tempuh dari Kota Sungai Penuh lebih kurang 52 km.

9

Air Terjun Tujuh Tingkat (Guruh Gemurai)

Objek wisata air terjun ini sangat unik yakni air terjun ini bertingkat tujuh. Adapun posisi Air Terjun Tujuh Tingkat ini berada di Lubuk Jambi kabupaten Kuantan Sangingi, Propinsi Riau. Apabila bertolak dari ibukota profinsi yakni Pekanbaru, maka jaraknya ke Lubuk Jambi tersebut sekitar 164 KM (naik kendaraan sekitar 4 jam). Dan dari Pasar Lubuk Jambi ke lokasi objek wisata tersebut sekitar 10 KM kearah Sumatera Barat (Lintas Tengah). Air terjun tersebut lebih dikenal didaerah itu dengan nama Guruh Gemurai.Nama Guruh Gemurai diambil dari bahasa daerah setempat, dimana Guruh berarti Gemuruh (bunyi air terjun dimaksud), sedangkan Gemurai adalah percikan air yang berserakan. Jadi air terjun Guruh Gemurai berarti air terjun yang bunyi percikannya (curahannya) bergemuruh.Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan cross country atau wisata alam, objek wisata ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan itu. Untuk mencapai objek wisata, wisatawan harus melewati hutan produksi kayu manis dan hutan lindung.

Seperti namanya obyek wisata memiliki air terjun tujuh tingkat. Air terjun tujuh tingkat pertama tingginya lebih kurang  6m yang merupakan air sungai yang jatuh pada tebing terjal. Menyusuri sungai ini ke arah hulu akan ditemui pula air terjun tingkat kedua yang tingginya 50 m dan air yang jatuh seperti butir-butir uap air. Seterusnya pendakian dapt dilakukan sampai ketingkat ketujuh melalui hutan lindungyang banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan hutan manau. Bagi petualang pemula cukup sampai ke air terjun tingkat kedua.

Desa Koto Tebu Tinggi atau Desa Mukai Tinggi Kecamatan Gunung Kerinvi merupakan tempat permulaan perjalanan ke air terjun tingkat ini. Untuk mencapai kedua desa tersebut harus menempuh perjalanan jauh lebih kurang 16 km dari Kota Sungai Penuh dengan kendaraan Bus.

10

Air Terjun Telun Berasap

Air terjun ini terletak di Desa Telun Berasap,  Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi, Indonesia. Air Terjun Telun Berasap merupakan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Air terjun tersebut bersumber dari  sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan  ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap  karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan “kabut air”  di sekelilingnya.Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah  goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu  sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang  berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang  indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

11

Danau Lingkat

Danau yang masih alami ini terletak dipinggir hutan TNKS yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya lebih kurang 12 ha pada ketinggiam 1.100 m dpl. Untuk mencapai objek wisata ini dapat menggunakan bus umum. Hal yang menarik pada objek wisata ini, yakni masih dapat didengar suara binatang seperti siamang dan yang lainnya ketika matahari mulai bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unuk berwarna warni didasar danau yang dapat dilihat dari dari permukaan air.

12

Danau Kaco

Danau Kaca merupakan salah satu Objek wisata yang berada di Kab. Kerinci Jambi.Penamaan danau ini dengan danau kaca dikarenakan air danau ini sangat jernih. Jika pada siang hari terlihat seperti kaca yang dari jarak jauh. Danau ini terletak di Kec. gunung Raya. Kerinci bisa dicapai dengan menggunakan pesawa dan akan berhenti lapangan terbang Depati Parbo.

Sumber  : Data Olahan Checklist dan Data DISHUBBUDPARKOMINFO Kota Sungai

    Penuh dan DISPORABUDPAR Kab.Kerinci, 2010

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

c)    Heritage

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan mengenai atraksi wisata heritage di Kota Sungai Penuh, berikut beberapa atraksi wisata heritage :

TABEL 8

DAFTAR PERIKSA ATRAKSI WISATA HERITAGE

DI KOTA SUNGAI PENUH DAN KAB. KERINCI

NO.

NAMA OBJEK

JENIS DAN LUAS

JARAK TEMPUH (KM)

FASILITAS

PROV.

KOTA

KEC.

YANG

ADA

VOL.

KONDISI

1

Mesjid Tua Lempur

(Kec. Lempur)

Wisata Budaya

454

34

1

-

-

-

2

Mesjid Agung

(Kec. Sungai Penuh)

Wisata Budaya

± 600 m

418

1

1

-   beduk tua

2 unit

-

3

Batu Gong

(Kec. Kumun Debai)

Wisata Sejarah

± 6 x 4m

421

4

1

-

-

-

4

Koleksi Penyimpanan Benda-Benda Bersejarah

Wisata Budaya

420

± 500m

± 500m

-

-

-

5

Mesjid Tua Lempur

(Kec. Lempur)

Wisata Budaya

454

34

1

-

-

-

Sumber  : Data Olahan Checklist dan Data DISHUBBUDPARKOMINFO Kota Sungai

   Penuh dan DISPORABUDPAR Kab.Kerinci, 2010

Adapun deskripsi atraksi wisata heritage, telah digambarkan pada tabel di bawah ini :

TABEL 9

DESKRIPSI ATRAKSI WISATA HERITAGE

DI KOTA SUNGAI PENUH DAN KABUPATEN KERINCI

 

NO

NAMA ODTW

DESKRIPSI

1

Mesjid Agung Pondok Tinggi

Mesjid yang terletak ± 500 m.dari pusat Kota Sungai Penuh ini pertama kali dibangun pada tahun 1874 oleh penduduk sekitar dengan cara gotong royong. Pada awalnya bangunan ini berdinding bambu dan beratap ijuk.Pada tahun 1860 oleh masyarakat setempat dilakukan renovasi dengan mengganti dinding mesjid dengan kayu berukir.keunikan mesjid ini dibangun dengan system pasak (tanpa menggunakan paku besi untuk menyambungkan satu bagian dengan bagian lainnya). Ornamen yang digunakan di dalam maupun di luar bangunan ini merupakan kombinasi antara seni ukir Persia, Roma, Mesir, dan Indonesia. Mesjid ini dapat menampung  ± 2000 jamaah.

2

Batu Gong

Objek wisata ini terletak di desa Koto Beringin, Kec. Kumun Demai yang mempunyai jarak ± 4 km dari Kota Sungai Penuh. Menurut penelitian yang dilakukan oleh ahli, batu gong ini adalah peninggalan sejarah dari  zaman Kerajaan Buddha. Yang diperkirakan telah ada pada abad ke – 3 atau ke – 4 Masehi.Pada dinding batu ini, terdapat motif yang bergambar / berbentuk gong, gambar binatang, jari tangan, dan gambar manusia. Hal ini memberi makna bahwa di tempat ini telah ada manusia dalam kegiatan ritual dari  pemeluk suatu kepercayaan.

3

Umu Lahoa

Umu Lahoa, merupakan rumah panjang yang merupakan tempat tinggal orang Kerinci pada zaman dahulu. Salah satunya yang masih ada sampai sekarang, yaitu rumah yang terdapat di Kec. Sungai Penuh yang terletak ± 600 meter dari pusat kota.Dinding depan dan tiang rumah berukiran berelief flora. Ukiran tersebut menggambarkan ke arah abstrak, tidak ada awal maupun ujungnya, bermakna mengarah pada sifat Tuhan Yang Maha Esa, artinya Tuhan itu tidak ada awal maupun akhirnya, yaitu Esa (satu).Rumah yang posisinya memanjang lurus menghadap ke timur dan barat sepanjang 100 meter atau lebih dan tiap – tiap sambungan tiang tidak memakai palu hanya pasak yang terbuat dari bambu betung yang sangat tua. Menurut pendapat orang tua dulu, posisi bangunan yang memanjang antara timur dan barat, agar terhindar dari bencana gempa dengan getaran bergelombang pada posisi permukaan tanah antara timur dan barat, sehingga dapat meminimalisir timbulnya korban jiwa ketika terjadi gempa.

Sumber  : Data Olahan Checklist dan Data DISHUBBUDPARKOMINFO Kota Sungai

Penuh dan DISPORABUDPAR Kab.Kerinci, 2010

 

  • Aksesibilitas

Untuk mendapatkan penilaian mengenai aksesibilitas, tim peneliti telah melakukan wawancara dengan pihak – pihak terkait. Dan berikut hasilnya :

Pemerintah Kota Sungai Penuh mengungkapkan bahwa sampai saat ini, memang kendala utama kemajuan Kota Sungai Penuh yaitu mengenai aksesibilitas. Dimana, tingkat pencapaian untuk pengunjung tiba di Kota Sungai Penuh, cukup sulit. Bukan hanya jalur rute yang ada, namun keadaan jalan di lapangan memang kurang memungkinkan dan sama sekali kurang nyaman untuk pengunjung / calon wisatawan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Beberapa akses untuk masuk Kota Sungai Penuh yang bisa dilalui yaitu Pesisir Selatan, Padang Aro, dan Jambi. Itupun keadaan jalan sangat mengkhawatirkan. Kepala Dinas Perhubungan yang juga merangkap sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Sungai Penuh, mengungkapkan bahwa pemerintah kota maupun kabupaten sudah melakukan upaya untuk pembenahan aksesibilitas. Sehingga, para pengunjung / wisatawan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, tidak lagi mengalami kesulitan untuk mencapai daerah kami. Namun hasilnya belum maksimal, sehingga belum dapat dirasakan perubahannya.

 

  • Fasilitas

a)    Akomodasi

Berdasarkan hasil penelitian, berikut kami tampilkan tabel mengenai daftar periksa hotel yang ada di Kota Sungai Penuh :

TABEL 10

DAFTAR PERIKSA AKOMODASI DI KOTA SUNGAI PENUH

 

NO

NAMA

PENGINAPAN

ALAMAT

FASILITAS

KAMAR

JENIS

FASILITAS

TARIF

JUML

1

Hotel Jaya Wisata

Jl. R.E. Martadinata No.7

(0748) 21221

  • Restoran
  • Lobby
  • Aula
  • Area Parkir
  • Mini Market
  • Laundry

VVIP

  • AC
  • Double Bedroom
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 29″
  • Mini bar
  • Telepon

Rp 450.000,-

4

(empat)

Deluxe

2

  • Kipas Angin
  • Twin Bed
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 21″
  • Telepon

Rp 350.000,-

6

(enam)

Deluxe 1

  • Kipas Angin
  • Double Bed
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 21″
  • Telepon

Rp 300.000,-

6

(enam)

Superior

2

  • Double Bed
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 14″
  • Telepon

Rp 250.000,-

2

(dua)

Superior

1

  • Double Bed
  • Kamar mandi
  • TV 14″
  • Telepon

Rp 200.000,-

3

(tiga)

Standart

  • Twin Bed
  • Kamar mandi
  • TV 14″

Rp 150.000,-

4

(empat)

2

Hotel Jaya Wisata 2

Jl. Renah Jambu Alo No. 1

0748-323668

  • Ruang Makan
  • Tempat Parkir
  • Gazebo
  • Saung

Connect.

Room

  • AC
  • Double Bedroom
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 29″
  • Mini bar
  • Telepon
  • Ruang Tamu

Rp 750.000,-

10

(sepuluh)

VIP

  • AC
  • Bed Room
  • Bath-tub
  • Water Heater
  • TV 29″

Rp 450.000,-

Standart

2

  • Twin Bed
  • Kamar mandi
  • TV 24″

Rp 200.000,-

Standart

1

  • Single Bed
  • Kamar mandi
  • TV 24”

Rp 200.000,-

3

Hotel Aroma

Jl. Imam Bonjol

(0748) 21142

  • Restoran
  • Aula
  • Ruang Sholat
  • Lobby
  • Area Parkir

VIP 1 :

2 bed

  • Water heater
  • Kursi tamu
  • Kipas Angin
  • TV

Rp 210.000,-

42

(empat

puluh

dua)

VIP 1 :

3 bed

Rp 235.000,-

VIP 2 :

2 bed

Rp 135.000,-

VIP 2 :

3 bed

Rp 155.000,-

4

Mahkota

Jl. Depati Parbo

(0748) 21640

  • Ruang Meeting
  • Restora
  • Kolam Renang
    • Arena bermain anak
    • Lapangan Olahraga

Suite

Room

  • TV
  • Kursi Sofa
  • Water Heater
  • Ruang Tamu

Rp 300.000,-

Grand

Deluxe

  • TV
  • Kursi Sofa
  • Water Heater

Rp 250.000,-

Deluxe

  • TV
  • Water Heater

Rp 200.000,-

Grand

Standart

  • TV
  • Water Heater

Rp 120.000,-

Standart

  • Pavilion

Rp 100.000,-

5

Hotel Busana

Jl. Depati Parbo No. 65

(0748) 21122

  • Ruang Meeting
  • Area Parkir

VIP

  • Water Heater
  • TV
  • Kipas Angin

Rp 200.000,-

22

(dua

puluh

dua)

Ekonomi

2 orang

  • Bathroom

Rp 80.000,-

3 orang

Rp 95.000,-

6

Hotel Masgo Kencana

Jl. R.E. Martadinata

  • Aula
  • Lobby
  • Area Parkir

Standart

1

  • TV
  • Kamar Mandi
  • Kursi Tamu

Rp 130.000,-

45

(empat

puluh

lima)

Standart

  • Kamar Mandi
  • Kursi Tamu

Rp 99.000,-

Ekonomi

Kelas

  • Kamar Mandi

Rp 77.000,-

Ekonomi

Rp 55.000,-

7

Hotel Yani

Jl. Muradi No.1

  • Lobby

Kelas :

2 bed

  • Kursi Tamu
  • Kamar  Mandi

Rp 100.000,-

12

(dua belas)

3 bed

Rp 135.000,-

4 bed

Rp 185.000,-

Ekonomi

  • Kamar mandi luar

Rp 60.000,-

6

(enam)

8

Hotel Puri Asri

Jl. Kamaruddin No 22

0748-324604

  • Lobby
  • Ruang meeting
  • Area Parkir

VIP 1

  • Kursi tamu
  • Kamar mandi

Rp 210.000,-

17

(tujuh

belas)

VIP 2

Rp 180.000,-

Standart

1

Rp 150.000,-

Standart

2

Rp 120.000,-

Ekonomi

Rp 35.000,-

Per-orang

Sumber  : Data Olahan Checklist dan Data DISHUBBUDPARKOMINFO Kota Sungai

    Penuh dan DISPORABUDPAR Kab.Kerinci, 2010

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s